ULASAN ARTIKEL; Linking Technology, Learning, and School Change

A.      Inti

Pemahaman konsep teknologi pendidikan sangat mempengaruhi penerapan teknologi pendidikan dalam pembelajaran. Guru atau pendidik sering menggunakan teknologi hanya sebagai alat (tools) yang digunakan hanya mengganti media yang ada sebelumnya. Hal ini sangat jauh dari konsep teknologi pendidikan yang tidak hanya sebagai alat tetapi merupakan proses dalam mengatasi masalah belajar secara tersistem dan menyistem. 

Pada artikel di atas dijelaskan bahwa penggunaan komputer dan koneksi internet sudah terbiasa ada, akan tetapi adanya komputer dan internet tersebut belum memberikan dampak yang signifikan dalam proses pembelajaran.  Seharusnya dengan keuntungan teknologi maka praktek pembelajaran menjadi berubah menjadi lebih efektif, efisien, mempermudah proses pembelajaran serta memperbanyak sumber belajar.

Dua hal yang dibahas dalam artikel diatas yaitu:

  1. Ketika sekolah mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran secara menyeluruh, apa yang akan terjadi di kelas dan bagaimana siswa belajar lebih mendalam?
  2. Bagaimana sekolah atau lembaga pendidikan mendorong guru-gurunya untuk mengintegrasikan teknologi dalam praktek belajar dan mengajar?

 

Untuk mendapatkan jawabannya, dimulai dengan memperhatikan bagaimana peningkatan proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru dengan mengintegrasikan teknologi dan adanya peran lembaga pendidikan dan  sekolah  memberi dukungan pada perubahan ini.

Dari artikel di atas dapat dilihat bagaimana proses belajar tentang ekologi dengan mengintegrasikan teknologi secara menyeluruh yaitu dengan proses:

Inquiry-Based Teaching and Learning

–          Menetapkan tujuan yaitu The ecology unit is integral to his goal of helping students appreciate the local environment and learn the interrelations of species in a given area, along with some basic plant and animal taxonomy.

–          Menetapkan kurikulum

–          Membuat susunan tugas dan langkah penelitian dan membagi kelompok. Masing-masing kelompok melakukan penelitian dengan berusaha mencari dan mengidentifikasi sendiri sesuai dengan apa yang ditugaskan. (learn from studying their local site and how to use available equipment)

–          Mendiskusikan penemuan-penemuan di lapangan

–          Menggunakan komputer  untuk mencari referensi secara online dan membuat simulasi.

Dengan metode ini ternyata menjadikan belajar lebih menyenangkan dan memotifasi siswa untuk mencari sumber sendiri  dari berbagai sumber.

Technology Support Inquiry-Based Teaching and Learning

–          Karena keterbatasan data, maka untuk memperluas dan memperdalam pemahaman maka digunakan internet (using internet resources). (student can generate their own questions around each of these investigations ad analyze data from the website to pursue their answers).

–          Siswa mampu membandingkan data dan hasil penelitian dengan dunia luar, mencari tambahan data (with internet, teacher and students have access to a richer set of resources than ever before)

Dari metode diatas dapat dilihat bagaimana perubahan proses belajar di sekolah dan pertanyaan siswa menjadi semakin meluas. Peran Guru adalah meningkatkan kemampuan siswa dalam menggunakan aneka sumber dan membantu siswa dalam menyusun penelitian dan mejadi mentor dalam diskusi di kelas.

Pengembangan Profesi

Untuk mengembangkan profesi pendidik maka perlu adanya pemahaman seorang guru tentang bagaimana penggunaan teknologi secara efektif. Adanya kolaborasi antara guru dan teknolog pendidikan menjadi sangat penting dalam pengintegrasian penggunaan teknologi dalam pendidikan.

Ketika sekolah atau lembaga pendidikan akan melakukan peningkatan profesionalisme maka harus difokuskan kurikulum guru itu sendiri melalui pelatihan, co-planing (perencanaan bersama) dan co-teaching sehingga memberikan dampak yang baik. Teknologi menjadi bagian integral dalam seluruh aktifitas di kelas dan kemampuan komputer (computational tool) dan sumber informasi bagi guru dan siswa.

Perubahan Sistemik

Dalam melakukan perubahan terhadap guru dan siswa maka yang diperlukan adalah mengubah asumsi tentang teknologi: untuk siapa  dan bagaimana bisa digunakan. Guru dan para siswa, lembaga pendidikan dan sekolah harus memandang  teknologi sebagai integral bagian integral dalam proses pembelajaran. Hasilnya adalah secara menyeluruh mengintegrasikan penggunaan teknologi pada setiap kelas.

B.        Kesimpulan

Penerapan teknologi harus secara integral, menyeluruh dan tersistem dalam proses pendidikan. Di Indonesia saat ini juga memerlukan:

–          Sering teknologi digunakan secara parsial sehingga hanya merupakan sebuah alat/tools saja  maka perlu upaya pemahaman pendidik dan lembaga pendidikan dalam melihat teknologi pendidikan secara menyeluruh.

–          Sekolah dan lembaga pendidikan berupaya mendorong penerapan teknologi pendidikan secara tersistem.

–          Peningkatan profesionalisme guru melalui pelatihan, co-planing (perencanaan bersama) dan co-teaching sehingga memberikan dampak yang baik.

–          The creation of the role of educational technologist, the use of systemic perspectives, and the shift to embedded professional development are key strategies to link technology to substantive changes in teaching and learning. These strategies for change are important for districts and schools to consider as they work to get optimum value from their increasingly large investments in technology.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s