LANDASAN TEORI TEKNOLOGI PENDIDIKAN & TEKNOLOGI INFORMASI

 

  1. A.      Pendahuluan

Sebagai sebuah disiplin ilmu, Teknologi pendidikan mempunyai sejumlah persyaratan keilmuan yaitu ontologi, epistemologi dan aksiologi tersendiri. Dengan ketiga dasar keilmuan pada teknologi pendidikan tersebut teknologi pendidikan dapat membuktikan dirinya sebagai suatu bidang garapan khusus, yang mempunyai teknik intelektual yang unik, serta mempunyai kegunaaan dalam memecahkan masalah belajar pada diri manusia dengan segala kaitannya.[1]

Sebagai suatu spesialisasi dari ilmu pendidikan, memamng mungkin teknologi pendidikan belum merupakan suatu disiplin ilmiah, karena masih terbatasnya teori yang dihasilkan yang mempunyai kemampuan generalisasi dan prediksi atas gejala yang diamatinya. Banyak teori-teori yang berasal dari disiplin keilmuan lain yang dipinjam dan diramu menjadi teori baru.[2]

Teknologi pendidikan merupakan bidang garapan yang tidak digarap oleh bidang atau disiplin lain. Penggarapan ditopang oleh sejumlah teori, model, konsep, dan prinsip dari bidang dan disiplin lain seperti lmu perilaku/psikologi, ilmu komunikasi, ilmu kerekayasaan, teori/konsep sistem, teknologi informasi dan lain-lain yang tidak dapat diperinci satu persatu. Penggarapan itu dilakukan dengan sistematik dan sistemik.

Teknologi pendidikan merupakan suatu disiplin terapan, artinya ia berkembang karena adanya kebutuhan di lapangan, yaitu kebutuhan untuk belajar – belajar lebih efektif, lebih efisien, lebih banyak, lebih luas, lebih cepat dan sebagainya. Untuk itu ada produk yang dibuat dan ada yang ditemukan dan dimanfaatkan. Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi yang sangat pesat akhir-akhir ini dan menawarkan sejumlah kemungkinan yang semula tidak terbayangkan telah membalik cara berpikir kita dengan “bagaimana mengambil manfaat teknologi tersebut untuk mengatasi masalah belajar”.[3]

Dalam makalah ini kita akan membahas landasan teori dari Teknologi pendidikan dan bagaimana dukungan bidang teknologi informasi yang kemudian dapat digabungkan menjadi suatu kebulatan tersendiri dengan pendekatan isomeristik.

  1. B.      Sekilas Landasan Teori Teknologi Pendidikan
    1. 1.       Teknologi

Teknologi menurut Jacques Ellul (1967, h. xxv), seorang ahli sosiologi Perancis, mengartikan teknologi sebagai keseluruhan metode yang secara rasional mengarah dan memiliki ciri efisiensi dalam setiap kegiatan manusia. Garry J. Anglin (1991, h. 7) mendefinisikan teknologi sebagai penerapan ilmu-ilmu perilaku dan alam serta pengetahuan lain secara bersistem dan menyistem, untuk memecahkan masalah.[4]

Setiap teknologi adalah proses untuk meningkatkan nilai tambah (added value). Proses itu akan semakin berkembang dengan makin besarnya tuntutan dalam semua sektor kehidupan, dan karena itu perlu dihasilkan dan dimanfaatkan produk yang semakin bervariasi dan canggih serta  mewujudkan interaksi antara proses dan produk sebagai suatu sistem.

  1. 2.       Konsep Teknologi Pendidikan

Teknologi Pendidikan menurut Association for Educational Communication and Technologi (AECT) adalah:

Education technology is the study and ethical practice of facilitating learning and improving performance by creating, using, managing appropriate technological processes and resources. [5]

(Teknologi pendidikan adalah teori dan praktek dalam desain, pengembangan, pemanfaatan,  manajemen, serta evaluasi proses dan sumber untuk belajar).

Berdasarkan definisi tersebut mengandung pengertian adanya empat komponen dalam teknologi pendidikan, yaitu:

  1. Teori dan Praktek
  2. Desain, Pengembangan, Pemanfaatan, pengelolaan, penilaian dan penelitian
  3. Proses, sumber dan sistem
  4. Untuk belajar dan peningkatan kinerja

Teknologi pendidikan merupakan suatu bidang kajian khusus (spesialisasi) ilmu pendidikan dengan objek forma “belajar” pada manusia. Falsafah teknologi pendidikan adalah: agar setiap orang memperoleh kesempatan belajar, baik sendiri maupun dalam ikatan organisasi, seoptimal mungkin melalui pendekatan yang sestematik dan sistemik atas proses, sumber dan sistem belajar sedemikian rupa agar tercapai efisiensi, efektivitas dan keselarasan dengan perkembangan masyarakat dan lingkungan, ke arah terbentuknya masyarakat belajar.[6]

Apabila konsep atau pengertian Teknologi pendidikan kita analisis, kita akan memperoleh pedoman umum aplikasi sebagai berikut:

1)      Memadukan berbagai macam pendekatan dari bidang psikologi, komunikasi, manajemen, rekayasa, dan lain-lain secara bersistem.

2)      Memecahkan masalah belajar pada manusia secara menyeluruh dan serempak, dengan memperhatikan dan mengkaji semua kondisi dan saling kaitan di antaranya.

3)      Digunakannya teknologi sebagai proses dan produk untuk membantu memecahkan masalah belajar.

4)      Timbulnya daya lipat atau efek sinergi, dimana penggabungan pendekatan dan atau unsur-unsur mempunyai nilai lebih dari sekedar penjumlahan.[7]

  1. C.      Definisi Teknologi Informasi

Teknologi informasi (Information Technology) biasa disingkat TI, IT atau infotech. Dalam Oxford English Dictionary (OED2) edisi ke-2 mendefenisikan teknologi informasi adalah hardware dan software, dan bisa termasuk di dalamnya jaringan dan telekomunikasi yang biasanya dalam konteks bisnis atau usaha. Teknologi informasi tidak hanya terbatas pada teknologi komputer (perangkat keras dan perangkat lunak) yang akan digunakan untuk memproses dan menyimpan informasi, melainkan juga mencakup teknologi komunikasi untuk mengirim/menyebarkan informasi.

  1. D.      Konsep Teknologi Informasi

Teknologi informasi pada dasarnya memiliki cluster yang banyak yang dapat dikelompokkan menjadi Mikroinformatika, yaitu ahli dengan TI yang bersifat teknis. Ada juga Makroinformatika, mengetahui konsep-konsep, falsafah, trend maupun kebijakan.

Pada dasarnya ada tiga hukum yang mendasari teknologi informasi yaitu Moore’s Law, Metcalafe’s Law dan Crase’s Law. Moore adalah pendiri Intel Chip, menyatakan bahwa setiap 18 bulan, kemampuan kapasitas chip meningkat pesat dengan harga yang relatif sama. Falsafah kedua adalah Metcalafe, dia adalah penemu Internet Protocol. Suatu sistem yang memungkinkan perangkat satu bisa berkomunikasi dengan perangkat lain lewat jaringan. Falsafah ketiga adalah dari Crase, dia adalah pemenang nobel ekonomi. Teorinya mengajarkan tentang pentingnya efisiensi.

IT culture diilhami dari tiga falsafah tersebut yaitu Moore’s Law tentang Speed atau kecepatan, Metcalafe’s law tentang network atau jejaring dan Crase’s Law tentang efisiensi.[8]

Secara umum perkembangan dalam era informasi menunjukkan ciri-ciri sebagai berikut: (1) meningkatnya daya muat untuk mengumpulkan, menyimpan, memanipulasikan, dan menyajikan informasi, (2) kecepatan penyajian informasi yang meningkat; (3) miniaturisasi perangkat keras yang disertai dengan ketersediaannya yang melimpah; (4) keragaman pilihan informasi untuk melayani berbagai macam kebutuhan; (5) biaya perolehan informasi, terutama biaya untuk transmisi data yang cepat dalam jarak yang jauh, yang relatif semakin menurun; (6) kemudahan penggunaan produk teknologi komunikasi dan informasi, baik yang berupa perangkat keras maupun perangkat lunaknya; (7) kemampuan distribusi informasi yang semakin cepat dan luas, karena itu informasi lebih mudah diperoleh dengan menembus batas-batas geografis, politis, maupun kedaulatan; (8) meningkatnya kegunaan informasi dengan keanekaragaman pelayanan yang dapat diberikan, hingga memungkinkan pemecahan masalah yang ada secara lebih baik serta dibuatnya prediksi masa depan yang lebih tepat.[9]

  1. E.       Komponen Teknologi Informasi

Komponen teknologi informasi merupakan sub sistem yang terbentuk sehubungan dengan penggunaan teknologi informasi. Untuk dapat memanfaatkan teknologi informasi, umumnya dibutuhkan setidaknya tiga komponen utama; perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), dan manusia (brainware). Untuk perangkat telekomunikasi diasumsikan termasuk dalam komponen hardware.

Perangkat keras disini merupakan perangkat fisik yang membangun sebuah teknologi informasi. Contoh perangkat keras disini misalnya, monitor, keyboard, mouse, printer, harddisk, memori, mikroprosesor, CD-ROM, kabel jaringan, antenna telekomunikasi, dan lain-lain.

Perangkat lunak disini merupakan program yang dibuat untuk keperluan khusus. Perangkat lunak dapat dibagi menjadi tiga; perangkat lunak sistem, perangkat lunak bahasa pemrograman, dan perangkat lunak aplikasi.

Perangkat lunak sistem merupakan perangkat lunak yang dibuat khusus untuk dapat mengontrol semua perangkat keras, sehingga semua perangkat keras teknologi informasi dapat bekerja dengan kompak sebagai sebuah sistem yang utuh. Perangkat lunak sistem lebih dikenal dengan sebutan sistem operasi. Misalnya: Sistem Operasi Windows, Linux, Unix, OS/2, dan FreeBSD. Perangkat lunak bahasa pemrograman merupakan perangkat lunak yang dapat digunakan untuk membuat program aplikasi maupun perangkat lunak sistem. Misalnya: Visual Basic, Delphi, Turbo C, Fortran, Cobol, Turbo Assembler, Java. Sementara perangkat lunak aplikasi merupakan program jadi siap pakai yang dibuat untuk keperluan khusus. Misalnya untuk keperluan multimedia ada perangkat lunak Jet Audio, Windows Media Player, WinAmp, Real Player. Untuk keperluan aplikasi perkantoran ada Microsoft Office dan Open Office yang terdiri atas beberapa program untuk berbagai keperluan seperti pengolahan kata, angka, data, dan presentasi.

Sementara brainware atau orang merupakan pengguna, pemelihara, pembuat sistem teknologi. Tanpa komponen ini perangkat keras dan perangkat lunak tidak akan berarti apa-apa.

Untuk memahami apa itu informasi, kita perlu memahami tingkatan-tingkatan informasi yang mampu diproses oleh pikiran manusia. Ackoff menyatakan bahwa pikiran manusia pada  dasarnya mempunyai lima tingkatan informasi[10]:

  1. Data. Sesuatu yang mentah, kasat mata, dan biasanya berbentuk simbol atau data kuantitatif, pasti ada meskipun tidak berguna, tidak punya arti.
  2. Informasi. Data yang telah diberi arti, mempunyai tujuan dan unit analisis. Dalam lingkungan berbasis komputer, sebuah database relasional merepresentasikan informasi.
  3. Pengetahuan. Informasi yang telah terintegrasikan ke dalam pikiran manusia, bisa dalam bentuk hapalan akan sesuatu. Dalam lingkungan berbasis komputer, sebuah modul/proses menggambarkan sebuah pengetahuan.
  4. Pemahaman. Proses kognitif dan analitis dari suatu pengetahuan, suatu proses pembelajaran, misalnya dengan membandingkan serta mengendapkan pengetahuan lama dengan pengetahuan baru. Dalam lingkungan berbasis komputer, pemahaman dapat terwakili oleh Artificial Intelligent.
  5. Kebijakan (Wisdom). Proses yang lebih mendalam dari pemahaman, yakni meleburkan  pemahaman ke dalam pikiran manusia yang dipenuhi oleh etika, norma, atau nilai. Proses memahami benar atau salahnya sesuatu dengan melihat dari sudut pandang pemahaman yang berbeda. Dalam lingkungan berbasis komputer, kebijakan belum mampu direpresentasikan. Kebijakan ini unik khusus pada pikiran manusia.

 

Berdasarkan media pengiriman informasi maka Informasi dibagi menjad 2 (dua) macam yaitu informasi Analog & Informasi Digital.

  1. a.       Analog

Suatu bentuk dari komunikasi elektronik yang merupakan proses pengiriman informasi pada gelombang elektromaknetik, dan bersifat variabel dan berkelanjutan atau disebut juga dengan sinyal analog. Contohnya sinyal gambar pada televisi, atau suara pada radio yang dikirimkan berkesinambungan. Analog merupakan proses pengiriman sinyal dalam bentuk gelombang elekromagnetik (gelombang radio) secara terus menerus, yang banyak sekali dipengaruhi oleh faktor gangguan & suara. Misalnya ketika seseorang berkomunikasi dengan menggunakan telepon, maka suara yang dikirimkan melalui jaringan telepon tersebut dilewatkan melalui gelombang. Dan kemudian, ketika gelombang ini diterima, maka gelombang tersebutlah yang diterjemahkan kembali ke dalam bentuk suara, sehingga si penerima dapat mendengarkan apa yang disampaikan oleh pembicara lainnya dari komunikasi tersebut tapi suara akan terputus-putus bila sinyal/gelombang yang didapat terhambat. Jadi dapat disimpulkan bahwa sistem analog merupakan suatu bentuk sistem komunikasi elektromagnetik yang menggantungkan proses pengiriman sinyalnya pada gelombang elektromagnetik. Kecepatan gelombang ini disebut dengan Hertz (Hz) yang diukur dalam satuan detik. Misal dalam satu detik gelombang dikirim sebanyak 1000, maka disebut dengan 1000 Hertz. Kekurangan sistem analog ini adalah pengiriman sinyal agak lambat dan sering terjadi error. Hal-hal seperti ini tidak terjadi pada sistem digital. Oleh karenanya saat ini banyak peralatan maupun aplikasi yang beralih dari sistem analog menjadi sistem digital. Contoh benda-benda yang menggunakan teknologi analog:

  • TV/Televisi: adalah televisi analog yang menerjemahkan sinyal menggunakan gelombang radio. Pemancar televisi mengirimkan gambar dan suara melalui gelombang radio, diterima oleh antena di rumah dan diterjemahkan menjadi gambar yang kita tonton.
  • Kamera: sistem penyimpanan gambarnya menggunakan film. Kamera menangkap suatu objek lalu menyimpan objek tersebut ke film
  • Kaset: sistem penyimpanannya menggunakan pita yang telah terekam sebuah data oleh perekam

Kelemahan dari teknologi ini adalah tidak bisa mengukur sesuatu dengan cukup teliti. Karena hal ini disebabkan kemampuan mereka untuk secara konsisten terus-menerus merekam perubahan yang terus menerus terjadi, dalam setiap pengukuran yang dilakukan oleh teknologi analog ini selalu ada peluang keragu -raguan akan hasil yang dicapai, dalam sebuah teknologi yang membutuhkan ketepatan kordinasi dan ketepatan angka- angka yang benar dan pas, kesalahan kecil akibat kesalahan menghitung akan berdampak besar dalam hasil akhirnya.

  1. b.      Digital

Merupakan hasil teknologi yang mengubah sinyal menjadi kombinasi urutan bilangan 0 dan 1 (disebut juga dengan biner) untuk proses informasi yang mudah, cepat dan akurat. Sinyal tersebut disebut sebuah bit. Digital berasal dari kata Digitus, dalam bahasa Yunani berarti jari jemari. Apabila kita hitung jari jemari orang dewasa, maka berjumlah sepuluh (10). Nilai sepuluh tersebut terdiri dari 2 radix, yaitu 1 dan 0, oleh karena itu Digital merupakan penggambaran dari suatu keadaan bilangan yang terdiri dari angka 0 dan 1 atau off dan on (bilangan biner). Sinyal digital ini memiliki berbagai keistimewaan yang unik yang tidak dapat ditemukan pada teknologi analog, yaitu:

  • Mampu mengirimkan informasi dengan kecepatan cahaya yang dapat membuat informasi dapat dikirim dengan kecepatan tinggi.
  • Penggunaan yang berulang-ulang terhadap informasi tidak mempengaruhi kualitas dan kuantitas informasi itu sendiri
  • Informasi dapat dengan mudah diproses dan dimodifikasi ke dalam berbagai bentuk,
  • Dapat memproses informasi dalam jumlah yang sangat besar dan mengirimnya secara interaktif.

Kelemahan dari teknologi ini adalah kesalahan pada saat proses perubahan dari sinyal analog ke sinyal digital. Konsep informasi yang ada pada dunia nyata akan melewati digitalisasi. Konsep informasi tersebut akan diubah menjadi sinyal digital, dan sinyal digital tesebut merupakan rangkaian dari kode-kode tertentu. Dikawatirkan konsep informasi asli yang terdapat pada dunia nyata tersebut tidak dapat terepresentasikan dengan baik saat digitalisasi. Contohnya adalah warna, jika suatu warna belum terdapat dalam sistem penyimpanan teknologi digital, maka akan dicari padanan warna yang paling dekat dan paling mirip dengan warna tersebut. Hal ini menyebabkan warna yang akan tertampil setelah digitalisasi menjadi kurang akurat dan tidak mewakili warna aslinya. Saat ini, tipe media informasi dengan menggunakan format digital diantaranya adalah komputer, compack disk (CD), digital video disc (DVD), video games dan e-book.[11]

  1. F.       Sinergi  dengan teknologi Komunikasi

Dari defenisi yang telah disebutkan di atas, nampak bahwa teknologi informasi tidak hanya terbatas pada teknologi komputer, tetapi juga termasuk teknologi telekomunikasi. Dengan kata lain bahwa teknologi informasi merupakan hasil konvergensi antara teknologi komputer dan teknologi telekomunikasi.

Teknologi komputer merupakan teknologi yang berhubungan dengan perangkat komputer seperti printer, pembaca sidik jari, CD-ROM, Prosesor, disk, dan lain-lain. Komputer merupakan mesin serbaguna yang dapat digunakan untuk keperluan pengolahan data apa saja menjadi informasi yang berguna. Hal ini dimungkinkan karena komputer dapat dikendalikan oleh program yang terdiri atas sederetan instruksi. Komputer akan bertindak sesuai instruksi yang diterimanya dari program. Dengan kata lain komputer akan bertindak sesuai keinginan pembuat program.

Teknologi komunikasi atau telekomunikasi merupakan teknologi komunikasi jarak jauh. Termasuk teknologi telekomunikasi yang kita gunakan sehari-hari adalah telepon, televisi, radio, handy-talky, handphone. Dikatakan sebelumnya bahwa teknologi informasi merupakan konvergensi antara teknologi komputer dan teknologi telekomunikasi, saat ini teknologi telekomunikasi yang disebutkan di atas telah dapat digunakan untuk menghubungkan sejumlah komputer. Sehingga beberapa komputer dapat berkomunikasi satu sama lain dengan mudah. Integrasi  di atas merupakan pemicu utama lahirnya konsep globalisasi. Jaringan informasi digital yang bersifat global ini dikenal sebagai jaringan internet.

  1. G.     Hubungan Teknologi Informasi dan Teknologi Pendidikan
    1. 1.       Hubungan Konsep

Konsepsi teknologi pendidikan sangat dipengaruhi oleh konsep teknologi informasi, diantaranya adalah:

  1. a.       Konsep sistem

Sebagai sebuah sistem untuk mencapai tujuan tertentu, teknologi informasi digunakan dan dikembangkan untuk menyampaikan informasi sedangkan teknologi pendidikan adalah untuk memcahkan masalah belajar. Salah satu bagian dari proses belajar adalah penyampaian dan pengolahan informasi. Di sini keduanya memiliki kesamaan konsep yang kemudian berpengaruh terhadap teknologi pendidikan.

  1. b.      Konsep Kecepatan, Network, dan Efisiensi.

Ketiga konsep ini sangat berpengaruh terhadap konsep teknologi pendidikan dimana penerapan teknologi pendidikan mempunyai potensi untuk:

1)      Meningkatkan produktivitas pendidikan, dengan jalan:

-          Mempercepat tahap belajar (rate of learning)

-          Membantu guru menggunakan waktunya secara lebih baik

-          Mengurangi beban guru dalam menyajikan informasi.

2)      Memberikan kemungkinan pendidikan yang sifatnya lebih individual, dengan jalan:

-          Mengurangi kontrol guru yang kaku dan tradisional

-          Memberikan kesempatan anak berkembang sesuai kemampuannya.

3)      Lebih memantapkan pengajaran, dengan jalan:

-          Meningkatkan kapabilitas manusia dengan berbagai media

-          Penyajian informasi dan data secara lebih kongkrit.

4)      Memungkinkan belajar secara seketika (immediacy learning) karena dapat:

-          Mengurangi jurang pemisah antara pelajaran di dalam dan di luar sekolah

-          Memberikan pengetahuan langsung.

5)      Memungkinkan penyajian pendidikan lebih luas, dengan jalan:

-          Penyajian informasi menembus batas geografi

-          Sumber belajar yang lebih luas/ keanekaragaman sumber.

-          Pendidikan sepanjang hayat.

  1. 2.       Penerapan TI dalam Teknologi Pendidikan

Penerapan teknologi informasi harus dijadikan bagian integral dalam sistem pendidikan. Sebagai bagian integral maka masuknya komponen teknologi ini akan mempengaruhi komponen lain, diantaranya perubahan peranan guru dalam satuan pendidikan sekolah. (Miarso, 496).

UNESCO telah menyatakan dengan tegas, bahwa fungsi TIK adalah untuk “memenuhi kebutuhan pendidikan yang sebelumnya belum dapat terpenuhi.” Menurut UNESCOpenerapan Teknologi informasi dan Komunikasi dalam dunia pendidikan dilakukan secara bertahap. Tahapan tersebut meliputi:

  1. Emerging, yaitu menyadari pentingnya TIK untuk pembelajaran
  2. Applying,  yaitu mulai belajar memakai TIK, Mencoba online, office, searching, dll
  3. Integrating, yaitu memakai TIK dalam pembelajaran, mengIntegrasikan dalam RPP, dll.
  4. Transforming, meliputi Reformasi Pendidikan, Membangun Knowledge-Based Society. [12]

 

  1. 3.       Bentuk-bentuk penerapan TI dalam pada dunia pendidikan

Pemanfaatan  Teknologi Informasi dalam dunia pendidikan adalah untuk mewujudkan pendidikan bermutu, akuntabel, murah, merata, dan terjangkau rakyat yang meliputi, Akses (Perluasan dan Pemerataan Akses Pendidikan, Pemb Jarak Jauh), Mutu (Peningkatan Mutu, Relevansi, dan Daya Saing Pendidikan), dan Manajemen (Penguatan Tata Kelola, Akuntabilitas, dan Citra Publik).

Teknologi Informasi yang erat kaitannya dengan penyelesaian masalah pendidikan diantaranya adalah:

  1. Teknologi Siaran
  2. Satelit Komunikasi
  3. Teknologi Video dan Penyimpan Data
  4. Komputer[13]

 

  1. 4.       Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam Pendidikan di Era Globalisasi
    1. Pemanfaatan Internet

Dengan memanfaatkan internet dalam dunia pendidikan memungkinkan untuk melakukan:

1)      Computer based Learning, yang meliputi

  • File Bahan ajar
  • Software latihan dan Simulasi

2)      Online learning

  • Bahan ajar tersedia melalui Jaringan Komputer
  • Web dan email

3)      E-learning

  • Sistem telah terintegrasi
  • Pendalaman, diskusi, evaluasi tersedia di web

4)      Distance Learning

  • Pengajar di lokasi yang jauh
  • Memungkinkan lintas kampus dan lintas negara

 

  1. b.      Pembuatan Jeringan Pendidikan

Dengan teknologi informasi dimungkinkan untuk membuat sarana jaringan khusus pendidikan. Di Indonesia sudah dimulai dengan adanya program inherent dari Dikti. Inherent  atau Indonesian Higher Education Network adalah jaringan lokalkampus yang menghubungkan antar perguruan tinggi di Indonesia, memiliki tujuan dan fungsi utama untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi di Indonesia melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) guna menunjang kegiatan tridarma serta pengelolaan perguruan tinggi. Jaringan ini dapat memfasilitasi pemanfaatan sumber daya informasi secara bersama untuk kepentingan pembelajaran dan penelitian.

Jaringan inherent ini memakai jaringan fiber optik dari telkom ke universitas dikota x, lalu noc ini akanterhubung dengan noc yang lain dalam satu kota memakai fiber lokal dan jaringan nirkabel

Inherent kini hadir sebagai jejaring yang menghubungkan seluruh perguruan tinggi negeri, 12 Kopertis, 150 perguruan tinggi swasta di Indonesia.

 

  1. H.     Penutup

Manusia tidak bisa lepas dari pendidikan yang sebenarnya juga merupakan kegiatan informasi, bahkan dengan pendidikanlah informasi ilmu pengetahuan dan teknologi dapat disebarluaskan kepada generasi penerus suatu bangsa.
Tidakkah disadari ke depan bahwa pembelajaran tatap muka konvensional akan semakin berkurang tergantikan pembelajaran yang lebih terdesentralisasikan melalui CD interaktif, web base dan perangkat teknologi informasi lainnya.

Program studi teknologi pendidikan yang banyak bersentuhan dengan usaha melakukan inovasi dan cara-cara baru dalam peningkatan efektifitas pembelajaran akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan teknologi informasi. Hubungan Teknologi informasi dan teknologi pendidikan sangat erat kaitannya baik secara konsep maupun aplikasi penerapannya.

  1. I.        Pustaka

Agus Zainal Arifin, Makalah Pengembangan Pendidikan Tinggi, disampaikan pada seminar Nasional peningkatan mutu pendidikan tinggi Agama Islam, Hotel Seruni Bogor, 20 Pebruari 2010

Ackoff, R. L., “From Data to Wisdom“, Journal of Applies Systems Analysis, Volume 16, 1989

Januszewski, Alan & Michael Molanda, Educational Technology; A definition with Comentary, Taylor & Francis Group, New York, 2008

Henry Pandia, Teknologi Informasi dan Komunikasi Jakarta: Erlangga, 2006.


[1] Yusuf Hadi Miarso, Menyemai Benih Teknologi Pendidikan , (Jakarta; Kencana) 2009, hal. 110

[2] Ibid

[3] Ibid hal. 172

[4] Ibid. hal. 490

[5] Alan Januszewski, Michael Molanda, Educational Technology; A definition with Comentary, Taylor & Francis Group, New York, 2008 hal. 1

[6] Miarso, op.cit hal 199

[7] Ibid. hal. 78

[8] Moh. Nuh, DEA, Majalah Biskom, Edisi Februari 2008

[9] Miarso, op. cit hal.487

[10] Ackoff, R. L., “From Data to Wisdom“, Journal of Applies Systems Analysis, Volume 16, 1989 p 3-9.

[11] Alan Januszewski, Michael Molanda, Educational Technology; A definition with Comentary, Taylor & Francis Group, New York, 2008 hal. 228

[12] Agus Zainal Arifin, Makalah Pengembangan Pendidikan Tinggi, disampaikan pada seminar Nasional peningkatan mutu pendidikan tinggi Agama Islam, Hotel Seruni Bogor, 20 Pebruari 2010

[13] Miarso., op.cit. hal. 488

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s